Getaran banjir lahar Semeru terekam selama enam jam

RESPONRADIO.COM PADANG│LUMAJANG — Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat adanya getaran banjir lahar selama enam jam pada Senin akibat hujan berintensitas tinggi. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menyampaikan bahwa pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat satu kali getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan durasi 21.600 detik. Selain itu, aktivitas kegempaan juga meliputi satu kali gempa guguran serta 14 kali gempa letusan atau erupsi.

Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati. Dengan status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, serta dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer. Aktivitas juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah akibat ancaman lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Hujan deras selama enam jam dilaporkan meningkatkan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan tanggul jebol di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com