Pengamat Sebut Tata Kelola BBM Bersubsidi Harus Dikawal agar Tepat Sasaran

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Pemerhati Kebijakan Energi, Saeful, menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah dipengaruhi oleh dinamika faktor eksternal yang sulit diprediksi. Dalam diskusi publik BIUS (Bicara Serius) bertajuk “Strategi Menjaga Ketahanan Energi Nasional; Tanggung Jawab Bersama dalam Mengawal Penyaluran BBM Tepat Sasaran” yang digelar Penggerak Milenial Indonesia di Coffee Skoee, Jakarta, Rabu (28/10/2026), ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat menyaring informasi untuk mencegah kepanikan dan aksi borong BBM (panic buying).

Saeful menjelaskan bahwa pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Pemerintah bertanggung jawab memastikan pasokan BBM tersedia, sedangkan Pertamina bertugas melaksanakan penyaluran kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan serta pengawasan publik diperlukan agar kedua pihak dapat menjalankan tanggung jawabnya secara optimal, sehingga distribusi BBM berlangsung sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain menjaga ketersediaan pasokan, Saeful menekankan pentingnya tata kelola dan pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah penyimpangan distribusi sekaligus memastikan subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia mengajak seluruh pihak mengawal pelaksanaan kebijakan energi agar penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com