RESPONRADIO.COM PADANG│FILIPINA — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Rabu (28/10/2026) pukul 08.11.55 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada kedalaman 38 kilometer, dengan episenter di koordinat 5,77° Lintang Utara dan 125,34° Bujur Timur, atau sekitar 223 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar naik dengan pergeseran mendatar (oblique thrust fault). Guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai getaran akibat truk yang melintas.
Hingga pukul 08.30.54 WIB, BMKG belum mendeteksi aktivitas gempa bumi susulan. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Masyarakat juga diminta memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG dan aplikasi InfoBMKG.

