RESPONRADIO.COM PADANG│SOLOK — Kabut asap yang menyelimuti Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dikeluhkan petani karena diduga mengganggu pertumbuhan tanaman hortikultura, terutama bawang merah. Petani Andi (48) mengatakan ukuran umbi hasil panen kali ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Umbi bawang merah yang didominasi ukuran sedang hanya dapat dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram, sementara harga pupuk kimia tetap tinggi dan harga jual bawang merah mengalami penurunan.
Petani lainnya, Adri (39), menilai kondisi tersebut menambah beban petani yang mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber pendapatan. Selain bawang merah, kabut asap yang mengurangi intensitas cahaya matahari juga berpotensi menghambat pertumbuhan cabai, tomat, mentimun, dan sayuran daun. Minimnya cahaya dapat mengganggu proses fotosintesis, memperlambat pertumbuhan tanaman, serta memengaruhi ukuran, bobot, dan kualitas hasil panen sehingga berdampak pada nilai jual di pasaran.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, mengatakan kabut asap berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman apabila mengurangi cahaya matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Namun, penyebab mengecilnya umbi bawang merah perlu dipastikan melalui pengamatan langsung karena dapat dipengaruhi faktor lain, seperti ketersediaan air, unsur hara, varietas, serangan hama dan penyakit, serta teknik budidaya. Ia mengimbau petani memantau kondisi tanaman, berkonsultasi dengan penyuluh pertanian, dan menggunakan pupuk sesuai kebutuhan, sementara perkembangan harga bawang merah akan dipantau bersama pihak terkait.

