RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kontingen Indonesia menorehkan prestasi di ajang Asian Para Games 2026 dengan meraih 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan klasemen akhir dan melampaui target awal pemerintah yang menetapkan 7 emas, 8 perak, serta 17 perunggu. Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, menilai pencapaian ini menjadi bukti pengembangan sumber daya manusia, prestasi olahraga, dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas sesuai misi keempat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Reda menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara atlet, pelatih, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, dan seluruh pihak pendukung. Menurutnya, mental juara dan semangat atlet menjadi faktor penting dalam melampaui target yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia menyoroti persiapan fisik atlet yang dinilai belum optimal karena masa Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) hanya berlangsung selama tiga bulan.
Untuk menjaga kesinambungan prestasi, Reda berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat mendukung perpanjangan masa Pelatnas sebagai persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2027 di Malaysia dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) guna memperkuat pembinaan atlet disabilitas. Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi perjuangan para atlet dan optimistis hasil di Nagoya menjadi modal penting untuk membidik gelar juara umum pada ASEAN Para Games 2027.

