RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama PT Pertamina membuka peluang kerja sama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung transisi energi melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan penguatan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung sejumlah program strategis pemerintah, seperti pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW), pemanfaatan energi panas bumi (geotermal), serta pendidikan vokasi yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor energi.
Menurut Brian, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
“Salah satu program yang diharapkan pemerintah adalah mempercepat pengurangan impor BBM (Bahan Bakar Minyak), terutama untuk pembangkit-pembangkit diesel yang masih mengonsumsi solar. Seiring dengan kebijakan elektrifikasi, kebutuhan terhadap pembangkit PLTS juga akan semakin besar. Ini merupakan hal yang sangat strategis, dan kita berharap program ini juga bisa membangkitkan industri maupun ekonomi di dalam negeri. Semakin besar kita bisa memproduksi sendiri dan menghasilkan sendiri, tentu akan semakin baik,” ujar Brian.
Ia menambahkan, pengembangan energi baru dan terbarukan diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat kapasitas industri dalam negeri serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Brian menjelaskan, sejak awal Kemdiktisaintek telah diminta menyiapkan berbagai kajian ilmiah sebagai bahan rekomendasi bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Danantara, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam proses tersebut, Kemdiktisaintek berperan memberikan masukan berbasis hasil kajian ilmiah, sementara pelaksanaan program tetap berada di bawah kewenangan kementerian teknis. Berbagai data dan masukan dari Pertamina juga akan menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi yang dibahas bersama kementerian serta lembaga terkait.
Selain itu, Brian mengungkapkan Kemdiktisaintek telah memiliki sejumlah kajian mengenai model pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Hasil kajian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai referensi apabila terdapat peluang pengembangan lebih lanjut oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, memaparkan sejumlah langkah perusahaan dalam mendukung transisi energi. Upaya tersebut meliputi pengembangan PLTS melalui Program Dediselisasi, pengembangan energi panas bumi, serta penyusunan konsep pendidikan vokasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM di sektor energi.

