RESPONRADIO.COM PADANG│WASHINGTON — Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan yang melanda kawasan Pasifik Barat Laut Amerika Serikat terlihat hingga dari luar angkasa. Astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhasil mengabadikan pemandangan asap yang menyelimuti kawasan Gunung Rainier, Washington.
Dari orbit, terlihat asap yang berasal dari sejumlah titik kebakaran di wilayah tengah dan timur Washington bergerak menuju Gunung Rainier. Astronot ISS juga mengabadikan Gunung Hood yang berada sekitar 160 kilometer di sebelah selatan. Dalam gambar tersebut, tampak asap pekat membumbung dari kebakaran Grasshopper Fire yang dipicu oleh sambaran petir.
Kebakaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebakaran hutan besar yang melanda kawasan Amerika Utara sepanjang musim panas. Pada Juli 2026, ratusan kebakaran telah melanda sejumlah wilayah di Kanada. Memasuki Agustus, kebakaran kemudian meluas ke Washington dan Oregon. Data NASA per 12 Agustus menunjukkan api di kedua negara bagian itu telah membakar lebih dari 34.000 hektare atau sekitar 84.000 akre lahan.
Laporan CNN menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu musim kebakaran hutan terparah yang melanda kawasan Pasifik Barat Laut dalam lebih dari tiga dekade. Hingga 12 Agustus, total area yang terbakar telah mencapai lebih dari 1,1 juta hektare. Sementara itu, pada 14 Agustus, masih terdapat puluhan titik kebakaran yang belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Dampak kebakaran turut dirasakan masyarakat di wilayah terdampak. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari ancaman api, sementara beberapa ruas jalan utama harus ditutup. Asap yang menyebar hingga ke wilayah lain juga memperburuk kualitas udara dan membuat kondisinya berada pada kategori tidak sehat.
National Interagency Fire Center memperkirakan ancaman kebakaran dengan tingkat risiko di atas normal masih berpotensi berlangsung sepanjang Agustus. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan di kawasan Pasifik Barat Laut masih belum sepenuhnya berakhir.
Selain penanganan langsung di lapangan, pemantauan dari luar angkasa memiliki peran penting dalam menghadapi bencana tersebut. Citra dari orbit dapat memberikan gambaran mengenai luas dan arah penyebaran asap secara lebih menyeluruh. Data satelit juga dapat dimanfaatkan untuk membantu petugas di darat dalam memantau perkembangan serta menentukan langkah penanganan kebakaran secara lebih efektif.

