BMKG kerahkan tim survei dan uji makroseismik pascagempa M7,7 di NTT

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  —  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerjunkan tim gabungan untuk melakukan kajian lapangan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut bertugas melakukan survei makroseismik, mengkaji karakteristik respons tanah, serta memverifikasi dampak tsunami akibat gempa.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, pengujian karakteristik tanah dilakukan melalui pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) di sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah dan responsnya terhadap guncangan gempa.

Menurut Wijayanto, tim dari BMKG pusat bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah juga melakukan pemantauan gempa susulan serta survei kerusakan akibat gempa. Hasil pemeriksaan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak gempa dan potensi tsunami di wilayah terdampak.

Data dari pemetaan teknis nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan peta mikro-zonasi bencana. Selain itu, hasil kajian tersebut menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rekomendasi terkait penataan ruang serta pembangunan dan rekonstruksi bangunan yang lebih aman terhadap gempa.

Survei diprioritaskan pada daerah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, terutama di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Kondisi wilayah yang mengalami dampak tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan daerah yang relatif tidak terdampak untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh karakteristik tanah terhadap tingkat kerusakan.

Sementara itu, BMKG mencatat sebanyak 1.624 gempa susulan terjadi hingga Senin (17/8) pukul 11.00 WIB setelah gempa utama. Dari jumlah tersebut, 23 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0, sedangkan 59 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga Flores dan wilayah sekitarnya, tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan serta mengikuti perkembangan informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG agar langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan tepat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com