Medali emas bukti Desak Rita pantang terpuruk dan jaga konsistensi

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Dua tahun setelah gagal membawa pulang medali dari Olimpiade Paris 2024, atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan kebangkitan dengan meraih emas Asian Games 2026. Pada final speed putri yang berlangsung 30 September, Desak mencatat waktu 6,062 detik dan kembali memecahkan rekor Asia. Ia mengungguli atlet China Deng Lijuan dengan selisih 0,002 detik, sekaligus mempertahankan medali emas yang diraihnya pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting setelah sebelumnya Desak harus mengakhiri perjuangannya di perempat final Olimpiade Paris 2024.

Sebelum tampil di Paris, Desak Rita datang dengan status juara dunia speed putri 2023 setelah mengalahkan Emma Hunt pada final Kejuaraan Dunia di Bern, Swiss. Di Olimpiade 2024, Desak, Hunt, Deng Lijuan, dan Aleksandra Miroslaw sama-sama melaju ke perempat final, tetapi hanya Miroslaw dan Deng yang berhasil mencapai final. Miroslaw akhirnya meraih emas, Deng mendapatkan perak, sedangkan Desak dan Hunt gagal memperoleh medali. Meski demikian, Desak terus menunjukkan perkembangan setelah Paris dengan meraih emas World Games 2025, finis ketiga World Climbing Series 2025, serta menjuarai Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, sekaligus memecahkan rekor Asia dengan waktu 6,07 detik.

Konsistensi tersebut berlanjut pada World Climbing Series 2026. Setelah enam seri, Desak Rita berada di posisi ketiga klasemen dengan 3.070 poin, hanya terpaut lima angka dari atlet Ukraina Polina Khalkevych di posisi kedua, sementara Emma Hunt memimpin dengan 3.636 poin. Medali emas Asian Games 2026 sekaligus memperkuat tekad Desak untuk terus berada di jajaran elite dunia. Ia menegaskan catatan waktu di Jepang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi, dengan Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai salah satu target jangka panjangnya.

Keberhasilan Desak Rita juga menjadi tambahan motivasi bagi tim panjat tebing putra Indonesia yang mengandalkan Veddriq Leonardo dan talenta muda Aditya Tri Syahria. Veddriq sebelumnya mempersembahkan emas panjat tebing untuk Indonesia pada Olimpiade Paris 2024, sementara Aditya mencatat rekor Asian Games 2026 pada babak kualifikasi dengan waktu 4,62 detik. Keduanya dijadwalkan melanjutkan perjuangan dari babak perempat final dan diharapkan mampu melaju hingga final. Keberhasilan Desak di nomor speed putri menjadi modal sekaligus penyemangat bagi Veddriq dan Aditya untuk mengejar prestasi serupa di nomor speed putra.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com