RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PANJANG — Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat, menggelar The 2nd International Conference on Arts, Media and Culture (ICAMAC 2), Rabu, sebagai bagian dari Festival Kesenian Indonesia (FKI+) XIII Tahun 2026. Mengusung tema “Arts, Folklore, and Ecology”, konferensi yang diselenggarakan Program Pascasarjana ISI Padang Panjang ini diikuti 390 peserta, terdiri atas 94 orang yang hadir langsung dan 296 peserta secara daring.
Direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang, Dr. Rasmida, menyampaikan bahwa konferensi internasional ini menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran gagasan, serta penguatan jejaring akademik antarnegara. Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., saat membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa seni memiliki peran penting tidak hanya dalam kreativitas dan ekspresi budaya, tetapi juga dalam membangun kesadaran terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.
ICAMAC 2 menghadirkan lima pembicara utama dari Malaysia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Indonesia, serta sejumlah pembicara undangan dari berbagai perguruan tinggi seni di Tanah Air. Para akademisi, peneliti, dan praktisi berdiskusi mengenai perkembangan seni, media, budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungan melalui pendekatan lintas disiplin dan perspektif keilmuan yang beragam.
Tema “Arts, Folklore, and Ecology” menekankan bahwa seni, cerita rakyat, dan tradisi lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan untuk memperkuat kesadaran ekologis. Melalui penyelenggaraan konferensi ini, ISI Padang Panjang berupaya memperluas kolaborasi penelitian internasional sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi seni dalam pelestarian budaya, pengembangan ilmu pengetahuan, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

