RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memprioritaskan revitalisasi terhadap sekolah atau satuan pendidikan yang rusak berat akibat dihantam banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 2026.
“Nah, adapun yang rusak berat dan sudah tidak bisa digunakan lagi, insya Allah akan kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun ini,” kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di Kota Padang, Senin.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) menyampaikan hal tersebut usai memantau aktivitas belajar mengajar di SMAN 12 Kota Padang. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memverifikasi kesiapan setiap satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana dalam menyelenggarakan kembali kegiatan belajar.
Atip menyebut pemerintah melalui Kemendikdasmen telah melakukan pendataan sekolah atau satuan pendidikan yang terdampak bencana. Klasifikasi tersebut terbagi atas tiga klaster, yakni rusak ringan, sedang hingga berat.
Khusus di Provinsi Sumatera Barat Kementerian terkait mencatat terdapat 501 sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Sementara itu, untuk keseluruhan atau di tiga provinsi tersebut tercatat 4.470 satuan pendidikan yang mesti mendapat penanganan setelah bencana.
Berdasarkan pernyataan Wamendikdasmen, Aceh menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah dari tiga provinsi yang dilanda bencana, dengan total 2.756 sekolah terdampak. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, tercatat sebanyak 1.213 satuan pendidikan juga turut terkena dampak bencana tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan operasional senilai Rp15 juta untuk setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Pemberian dana dukungan ini ditujukan guna mengakselerasi pemulihan berbagai institusi pendidikan yang terdampak.
Selain bantuan sekolah, Kemendikdasmen turut menyalurkan santunan langsung kepada para siswa berupa perlengkapan alat tulis, bahan pangan, serta susu kaleng. Bantuan ini juga diserahkan secara simbolis kepada perwakilan peserta didik tingkat Taman Kanak-kanak (TK) yang terdampak bencana.

