RESPONRADIO.COM PADANG│MANGGARAI — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pembangunan rumah sakit (RS) lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas kesehatan sementara tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan medis dan tindakan operasi bagi korban gempa tetap berlangsung meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.
RS lapangan itu difungsikan untuk membantu pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak lima tenda telah didirikan, terdiri atas tenda perawatan pasien dan satu tenda yang diperuntukkan sebagai ruang operasi.
Empat tenda disiapkan untuk perawatan pasien, dengan masing-masing tenda mampu menampung hingga 20 orang. Sementara itu, satu tenda lainnya digunakan sebagai ruang operasi yang dirancang steril dan dapat diisolasi. Kemenkes menargetkan fasilitas tersebut mulai digunakan dalam waktu dekat.
Selain ruang rawat inap dan ruang operasi, rumah sakit lapangan juga memiliki tenda khusus untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada tahap awal, tiga tenda rawat inap berkapasitas 20 pasien menyediakan sekitar 60 tempat tidur. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga sedikitnya 100 tempat tidur dengan penambahan tenda yang dikirim dari Bali.
Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pasien, area rawat inap dilengkapi lantai khusus yang memudahkan perpindahan pasien maupun peralatan medis. Fasilitas tersebut juga dirancang untuk menjaga kebersihan serta mengurangi risiko air masuk ke dalam tenda saat hujan.
Tenda yang digunakan merupakan fasilitas standar tanggap bencana yang telah diterapkan dalam berbagai penanganan bencana di sejumlah negara. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca serta kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Ruang operasi menjadi salah satu fasilitas penting karena dirancang sebagai area steril yang dapat diisolasi. Ruangan tersebut dilengkapi lampu dan meja operasi serta fasilitas pendukung untuk menyiapkan peralatan medis. Sebelum difungsikan, ruang operasi akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi guna memenuhi standar keselamatan dan pencegahan infeksi.
Keberadaan ruang operasi dinilai penting untuk menangani pasien trauma, termasuk korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan. Dengan adanya fasilitas tersebut, tindakan medis dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu hingga rumah sakit utama kembali beroperasi secara normal.
Kemenkes juga berencana menerapkan konsep RS lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di dua wilayah yang fasilitas rumah sakit rujukannya ikut terdampak gempa.
Pembangunan RS lapangan menjadi bagian dari upaya cepat Kemenkes dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan setelah gempa melanda NTT. Selain menyiapkan fasilitas sementara, pemerintah juga mengerahkan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, serta memastikan ketersediaan kebutuhan medis dan logistik.
Dengan dukungan fasilitas RS lapangan, tenaga medis, dan logistik kesehatan, Kemenkes berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat, aman, dan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.

