RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih menjadi komoditas unggulan ekspor asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikirim ke sejumlah negara Asia Selatan lewat PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP nonpetikemas) cabang Teluk Bayur, Kota Padang.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 volume ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) melalui pelabuhan tersebut mencapai 3.151.458 ton. Hal itu diungkapkannya di Kota Padang, Kamis.
Selain CPO, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tersebut juga mencatat sejumlah komoditas unggulan lain yang diekspor ke berbagai negara maupun untuk memenuhi kebutuhan domestik melalui pelabuhan tersebut.
Komoditas dimaksud antara lain cangkang sebanyak 576.290 ton dengan tujuan utama Korea dan Jepang, bungkil inti sawit (palm kernel expeller) sebesar 238.360 ton, batu bara 202.210 ton, serta pupuk dalam kemasan (bag) sebanyak 184.988 ton.
Selanjutnya, pelabuhan ini juga mengekspor gipsum dengan volume 165.745 ton, kedelai 163.191 ton, jagung 139.124 ton, limbah padat (copper slag) sebanyak 99.064 ton, serta pupuk curah sebesar 82.115 ton.
Fauzi menjelaskan, secara umum PTP Nonpetikemas Teluk Bayur melayani berbagai jenis komoditas, baik dalam bentuk curah cair, curah kering, bag cargo, maupun general cargo. Untuk bag cargo, layanan mencakup semen dan pupuk dalam kemasan, sementara general cargo meliputi komoditas seperti karet serta project cargo.
Sebagai tambahan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, nilai ekspor daerah tersebut pada periode Januari hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp10,4 triliun. Angka ini meningkat 42,94 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

