Petani bawang di Alahan Panjang manfaatkan teknologi perangkap hama

RESPONRADIO.COM PADANG│SOLOK — Petani bawang merah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai memanfaatkan teknologi perangkap hama atau light trap untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Inovasi ini dinilai dapat menekan serangan hama sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan energi listrik menunjukkan kreativitas petani dalam meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menekan biaya produksi.

Selain pengendalian hama, pemerintah juga mendukung kebutuhan pengairan melalui bantuan sarana irigasi perpipaan dan perpompaan. Pada 2026, Kabupaten Solok menerima 18 unit bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Balai Pertanian Medan. Dinas Pertanian Kabupaten Solok juga mengusulkan tambahan bantuan irigasi untuk 2027 serta dukungan anggaran pembangunan jaringan perpipaan berdasarkan kebutuhan kelompok tani.

Salah seorang petani bawang merah, Amri Ismail, mengatakan teknologi tersebut membantu mengatasi serangan hama di lahan pertaniannya. Untuk memenuhi kebutuhan air, ia memanfaatkan sumber air dari sekitar danau yang dipompa menggunakan tenaga listrik dan dialirkan ke lahan melalui sistem sprinkler.

Pemanfaatan listrik tersebut merupakan bagian dari program electrifying agriculture PT PLN (Persero). Selain digunakan untuk pengairan, listrik dimanfaatkan untuk menyalakan belasan lampu perangkap hama yang dipasang di area pertanian. Hama yang tertarik pada cahaya akan mendekati lampu dan terjebak dalam wadah berisi air yang ditempatkan di bawahnya.

Amri menyebut penggunaan light trap mampu mengurangi pemakaian insektisida sekitar 50 persen atau lebih. Pengurangan tersebut turut menekan biaya produksi dan diharapkan menghasilkan bawang merah yang lebih aman dikonsumsi karena penggunaan bahan kimia dapat diminimalkan. Meski membutuhkan investasi awal, biaya pemasangan jaringan lampu dinilai dapat tertutupi melalui penghematan pembelian insektisida dan penggunaan listrik yang relatif efisien.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com