RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Selasa malam sekitar pukul 19.56 WIB. Berdasarkan laporan Pos Gunung Api (PGA), letusan gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut terjadi tanpa pengamatan visual terhadap tinggi kolom abu vulkanik.
Petugas PGA, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 4,1 milimeter dan berlangsung selama dua menit 40 detik. Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Seiring dengan aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek. Larangan ini bertujuan mengurangi risiko akibat potensi letusan maupun lontaran material vulkanik.
PVMBG juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Marapi agar mewaspadai ancaman banjir lahar, terutama saat hujan turun. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif.

