Jannik Sinner Juarai ATP Masters Indian Wells

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA   Petenis Italia Jannik Sinner berhasil meraih gelar BNP Paribas Open 2026 dengan kemenangan 7-6(6), 7-6(4) melawan Daniil Medvedev di final Indian Wells, Senin WIB.

Dalam final yang dramatis, Sinner bangkit dari ketertinggalan 0/4 di tie-break set kedua melawan Medvedev, memenangi tujuh poin berturut-turut untuk meraih kemenangan.

“Saya terus percaya dan terus berjuang,” kata Sinner ketika ditanya tentang kemenangannya di tie-break, dikutip dari ATP.

“Saya lebih berani mengambil risiko. Jika sampai set ketiga, kami akan memulai dengan skor imbang, jadi saya berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikannya dan saya sangat senang. Itu adalah akhir yang luar biasa.”

Berkat kemenangan ini, Sinner resmi menjadi petenis putra ketiga dalam sejarah yang berhasil mengoleksi enam gelar ATP Masters 1000 di lapangan keras. Pencapaian prestisius ini menempatkan dirinya sejajar dengan dua legenda tenis dunia, Novak Djokovic dan Roger Federer.

Keberhasilan menjuarai turnamen di California tanpa kehilangan satu set pun membawa petenis berusia 24 tahun ini pada rekor baru. Ia menjadi petenis putra pertama yang mampu memenangi dua gelar Masters 1000 berturut-turut dengan hasil sempurna (tanpa kehilangan set), melanjutkan dominasi yang dimulainya di Paris pada November tahun lalu.

Keberhasilan di California tidak hanya memberikan gelar perdana bagi Sinner tahun ini, tetapi juga memangkas selisih poin dengan Carlos Alcaraz di puncak peringkat dunia. Meskipun Alcaraz sempat mendominasi dengan kemenangan di Australian Open dan Doha, rekor tak terkalahkannya di awal musim harus kandas di tangan Daniil Medvedev pada babak semifinal Indian Wells.

Berada di No.2 dan tertinggal 2.200 poin dari rival beratnya Alcaraz, Sinner kini memiliki kesempatan emas untuk mempersempit jarak tersebut.

Ia tidak berkompetisi di turnamen Masters 1000 di Miami, Monte-Carlo, atau Madrid musim lalu, sementara ketiga turnamen tersebut akan berlangsung dalam tujuh pekan ke depan.

“Itu adalah pertandingan yang sangat, sangat sulit,” kata Sinner.

“Senang sekali melihat Daniil kembali bermain di level ini. Saya sangat senang. Saya datang ke sini sejak hari pertama, berlatih sangat keras dan hasil ini membuat saya sangat bahagia. Berbagi momen ini dengan tim dan teman-teman di sini sungguh istimewa.”

Sinner telah meraih gelar di Indian Wells, Miami, Kanada, Cincinnati, Shanghai, dan Paris, dan kemenangannya melawan Medvedev menjadikannya petenis putra Italia pertama yang mencapai 100 kemenangan Masters 1000.

Dikombinasikan dengan kemenangannya di Australian Open, US Open, dan ATP Finals, ia kini telah menyelesaikan rangkaian lengkap gelar-gelar turnamen utama di lapangan keras.

Dalam set pembuka yang berlangsung cepat, Medvedev melanjutkan performanya seperti saat melawan Alcaraz, bermain lepas dan memberi tekanan pada Sinner sejak awal.

Laga berlangsung sengit sejak awal set pertama. Meski petenis berusia 30 tahun (Medvedev) sempat unggul enam poin pertama, ia gagal melakukan break servis. Sinner sendiri sempat memerlukan bantuan medis untuk membalut pergelangan kaki kanannya saat tertinggal 3-4. Pertandingan yang tidak mencatatkan satu pun break servis ini akhirnya ditentukan melalui dua kali tie-break. Sinner menunjukkan mental baja dengan bangkit dari ketertinggalan 0/4 di tie-break set kedua, hingga akhirnya memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 55 menit dengan catatan impresif 91% poin dari servis pertama.

Kemenangan ini mempertegas dominasi Sinner atas Medvedev dengan keunggulan head-to-head 9-7, di mana ia berhasil menyapu bersih sembilan dari sepuluh pertemuan terakhir. Menempati peringkat dua dunia, Sinner kini mengantongi catatan 13-2 di musim 2026 dan meraih gelar perdananya sejak ATP Finals Turin tahun lalu. Di sisi lain, meski harus puas sebagai runner-up, Medvedev dipastikan kembali menembus jajaran 10 besar dunia. Ia tetap menjadi pemain paling produktif di awal tahun ini dengan total 18 kemenangan, termasuk raihan gelar di Brisbane dan Dubai.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Jannik, permainan tenis yang luar biasa, sulit untuk bermain melawan Anda,” kata Medvedev selama upacara penyerahan trofi.

“Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi selamat atas semua yang Anda lakukan. Setiap kali Anda bermain melawan Carlos, saya senang melihatnya, tetapi saya senang tidak membiarkan Carlos bermain melawan Anda lagi di sini.”

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com