AS Serang Iran Selatan, Targetkan Peluncur Rudal dan Kapal Ranjau

RESPONRADIO.COM PADANG│IRAN  Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan operasi militer di wilayah selatan Iran pada Senin (26/5). Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai tindakan “pertahanan diri” guna melindungi personel mereka dari ancaman langsung yang berasal dari pasukan Iran.

Juru Bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan operasi itu menyasar sejumlah infrastruktur militer strategis yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas keamanan di kawasan. Target utama serangan disebut meliputi lokasi peluncuran rudal serta armada kapal yang diduga sedang bersiap menebar ranjau laut.

“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataannya kepada Fox News.

Kapten Tim Hawkins menegaskan bahwa meski operasi militer dilakukan, pihak CENTCOM tetap berusaha menahan diri di tengah berlangsungnya situasi gencatan senjata. Hingga kini, militer AS belum mengungkap lokasi pasti serangan tersebut. Namun, sejumlah media Iran melaporkan terdengarnya ledakan keras di beberapa kawasan strategis di pesisir selatan negara itu. Dentuman dilaporkan terdengar di Kota Bandar Abbas serta wilayah Sirik dan Jask yang berada di sekitar kawasan Teluk.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebut warga Bandar Abbas mendengar beberapa ledakan besar. Meski demikian, otoritas setempat belum menyampaikan keterangan resmi terkait sumber ledakan maupun kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan.

Sampai saat ini, CENTCOM juga belum memberikan informasi rinci mengenai tingkat kerusakan atau jumlah korban akibat serangan tersebut. Sementara itu, pemerintah Iran belum mengeluarkan tanggapan resmi atas klaim serangan “pertahanan diri” yang disampaikan Washington.

Ketegangan di kawasan Teluk pun masih tinggi, mengingat Bandar Abbas merupakan salah satu jalur logistik dan basis militer penting Iran yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com