Kuba sebut EAEU dan BRICS jadi alternatif tatanan dunia Barat

RESPONRADIO.COM PADANG│HAVANA — Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Anayansi Rodriguez, menilai Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan BRICS sebagai contoh model kerja sama internasional yang mengedepankan penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, serta prinsip saling menguntungkan.

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Rodriguez menyatakan bahwa EAEU dan BRICS merupakan wadah negara-negara Global Selatan yang menawarkan alternatif kerja sama dan saling melengkapi. Menurutnya, kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan antarnegara dapat dibangun berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk aturan perdagangan global yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas EAEU dan BRICS memperlihatkan bagaimana negara-negara dapat menjalin hubungan yang menguntungkan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Prinsip tersebut mencakup penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, serta larangan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

Rodriguez menambahkan bahwa hubungan yang dibangun dalam kedua organisasi tersebut tidak didasarkan pada kesamaan ideologi, melainkan pada kerja sama, persahabatan, dan saling melengkapi antara negara maupun perekonomian anggotanya. Kuba sendiri, kata dia, telah menjalin hubungan baik dan kerja sama dengan seluruh negara anggota EAEU serta negara anggota dan mitra BRICS.

BRICS merupakan kelompok kerja sama yang dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Keanggotaan organisasi tersebut kemudian diperluas dengan bergabungnya Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab pada 2024, serta Indonesia yang menjadi anggota penuh pada 2025.

Selain itu, Rodriguez mengusulkan pemanfaatan Zona Pengembangan Khusus Mariel sebagai pusat logistik yang dapat menghubungkan negara-negara anggota EAEU dan BRICS dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan perdagangan dan distribusi yang memperkuat hubungan ekonomi antarkawasan.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com