RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia kini berada dalam kondisi cuaca yang relatif kering. Meluasnya musim kemarau tersebut dipengaruhi oleh dua fenomena iklim, yakni El Nino dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Hasil pemantauan BMKG hingga Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah daerah. BMKG memperkirakan cuaca kering masih berlangsung hingga setidaknya Dasarian I September 2026, dengan curah hujan umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0-150 milimeter per dasarian.
BMKG juga memperkirakan curah hujan di bawah 50 milimeter per dasarian masih berpotensi mendominasi sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Meski demikian, hujan lokal masih dapat terjadi di sejumlah daerah akibat pengaruh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial yang dapat memicu pertumbuhan awan konvektif.
Memasuki periode puncak musim kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah dampak cuaca kering. Beberapa di antaranya adalah potensi suhu panas ekstrem, kekeringan meteorologis, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat diimbau menjaga asupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi, menggunakan pelindung diri atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan, serta menghemat penggunaan air bersih. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan metode pembakaran, terutama di kawasan gambut dan semak belukar yang rentan terbakar.
Sementara itu, masyarakat di daerah yang masih mengalami hujan lokal tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba. Petir dan angin kencang berpotensi terjadi dan dapat menimbulkan dampak seperti pohon tumbang maupun robohnya baliho.

