Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Sumbar dan Pemprov Dorong Pengikisan Kesenjangan Pemahaman Finansial

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG  —  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Sumatera Barat pada 2026 berhasil melampaui rata-rata nasional. Kendati demikian, OJK terus memperkuat edukasi guna mengikis kesenjangan (gap) antara akses layanan dan pemahaman keuangan masyarakat, salah satunya melalui puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Berdasarkan data OJK tahun 2026, indeks inklusi keuangan Sumatera Barat mencapai 95,37 persen (lebih tinggi 1,76 persen dari rata-rata nasional sebesar 93,61 persen). Sementara itu, indeks literasi keuangan daerah tersebut menyentuh 76,65 persen (unggul 7,08 persen dari rata-rata nasional sebesar 69,57 persen).

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyampaikan bahwa meski kedua indikator berada di atas capaian nasional, masih terdapat kesenjangan sebesar 18,72 persen antara tingkat inklusi dan literasi. Hal ini mengindikasikan sebagian masyarakat telah mengakses produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko dan tata kelola finansial secara mendalam.

“Kesenjangan ini menjadi perhatian utama kami. Puncak peringatan HIM bertema ‘Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi’ ini merupakan ajang kampanye berkelanjutan untuk membangun budaya menabung dan pengelolaan keuangan sejak dini,” ujar Roni di Padang, Kamis (20/8/2026).

Pemberdayaan Ekonomi dan Program KEJAR

Roni menekankan bahwa kegiatan menabung merupakan instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan model pemberdayaan di Provinsi Bihar, India, tempat masyarakat kurang mamp u didampingi untuk menabung hingga mampu mengonversikan simpanan menjadi aset produktif pendukung usaha.

Di Sumatera Barat, gerakan menabung terus diperkuat sejak 2019 melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hingga 2026, program ini mencatatkan akumulasi sebanyak 1,48 juta rekening simpanan pelajar di Sumatera Barat dengan total saldo mencapai Rp262,48 miliar.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang membuka acara tersebut mengapresiasi kolaborasi OJK dan sektor perbankan. Menurutnya, pembiasaan menabung sejak usia sekolah merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter finansial yang mandiri dan resilien.

Puncak peringatan HIM 2026 yang dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan siswa SMA se-Sumatera Barat, perbankan, dan pelaku UMKM ini diisi dengan berbagai kegiatan:

  • Penyerahan penghargaan kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) perbankan;

  • Pameran stan UMKM dan layanan keuangan;

  • Lomba Perencanaan Keuangan dan Edukasi Ranking 1;

  • Talkshow interaktif pengelolaan keuangan bagi generasi muda.