UNAND dorong transformasi pengolahan gambir ramah lingkungan di Pesisir Selatan

RESPONRADIO.COM PADANG│PESISIR SELATAN —  Universitas Andalas (UNAND) terus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mendapat dukungan Kemendiktisaintek. Program pemberdayaan kemitraan masyarakat tersebut menyasar petani gambir di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kegiatan yang diketuai Hendra Saputra bersama Kiki Yulianto dan Fea Firdani, serta melibatkan mahasiswa Irvan Fernando dan Arief Pribadi Utama, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengatasi dampak lingkungan dari pengolahan gambir secara tradisional.

Selama ini, sebagian petani mengolah gambir di kawasan perbukitan yang jauh dari permukiman. Proses tersebut membutuhkan panas dalam jumlah besar yang umumnya diperoleh dari kayu bakar. Kondisi ini mendorong penebangan pohon di sekitar lokasi pengolahan dan berpotensi mengurangi tutupan vegetasi serta meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan.

Melalui program bertema “Pendampingan Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan di Areal Kawasan Hutan kepada Petani Gambir di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kabupaten Pesisir Selatan”, UNAND memperkenalkan teknologi tepat guna dan pola produksi yang lebih berkelanjutan.

Hendra Saputra mengatakan, salah satu fokus utama program adalah mengubah pola pengolahan gambir dari kawasan perbukitan ke sentra produksi yang berada lebih dekat dengan permukiman. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan petani membawa peralatan dan bahan produksi ke kawasan bukit sekaligus menekan penggunaan kayu bakar.

Pemindahan lokasi pengolahan juga dinilai dapat menciptakan sistem produksi yang lebih tertata, aman, mudah diawasi, serta berpotensi dikembangkan menjadi agroindustri berbasis masyarakat. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan pola produksi petani.

Menurut Hendra, peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi gambir harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Karena itu, teknologi yang diperkenalkan diharapkan mampu membuat proses pengolahan lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Selain teknologi, petani juga mendapatkan pendampingan terkait penerapan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Mahasiswa yang terlibat turut membantu edukasi, dokumentasi, serta berinteraksi langsung dengan kelompok masyarakat penerima manfaat.

Program tersebut juga diharapkan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Pengolahan gambir di sekitar permukiman berpeluang membentuk unit produksi bersama atau sentra pengolahan, sehingga petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga mampu menghasilkan produk dengan proses yang lebih terstandar.

Dari sisi lingkungan, perubahan pola pengolahan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar dan menekan aktivitas penebangan pohon di kawasan perbukitan. Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mendukung pelestarian hutan dan sumber daya alam.

Melalui dukungan pendanaan Kemendiktisaintek Tahun 2026, UNAND berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan petani diharapkan dapat menghasilkan model pemberdayaan yang berkelanjutan dan berpotensi diterapkan di daerah lain.

UNAND berharap teknologi serta pola pendampingan yang telah diberikan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat. Transformasi pengolahan gambir di Nagari Tuik IV Koto Mudiek diharapkan berkembang menjadi model agroindustri yang produktif, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com