Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Siasati dengan Perkecil Ukuran

RESPONRADIO.COM PADANG│PONOROGO  Kenaikan harga kedelai impor mulai berdampak pada sektor industri rumahan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menyiasati lonjakan biaya produksi, para perajin tempe memilih langkah praktis dengan mengecilkan ukuran produk agar tetap bisa menjaga keuntungan tanpa harus menaikkan harga jual.

Hadi Prayitno, salah seorang perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kedelai sebagai bahan utama, tetapi juga pada bahan pendukung seperti plastik kemasan. Situasi ini membuat para perajin berada dalam kondisi yang cukup sulit.

“Jika harga dinaikkan, dikhawatirkan pembeli akan berkurang. Karena itu, kami memilih mengurangi ukuran tempe sebagai solusi,” kata Hadi saat ditemui di rumahnya, Senin (4/5/2026).

Hadi mengungkapkan, sebelum terjadi kenaikan harga, ia mampu memproduksi hingga tiga kuintal tempe setiap hari. Namun, akibat tekanan biaya produksi serta penyesuaian dengan kondisi pasar, kapasitas produksinya kini menurun menjadi sekitar 2 hingga 2,5 kuintal per hari. Pengurangan ukuran dilakukan secara cermat agar tidak terlalu memberatkan pelanggan.

Meski harga kedelai mengalami kenaikan, Hadi tetap memilih menggunakan kedelai impor. Hal ini karena pasokan kedelai lokal masih terbatas di pasaran, serta kedelai impor dinilai mampu menghasilkan volume produksi yang lebih besar.

Kenaikan harga tersebut juga dibenarkan oleh para pedagang di pasar tradisional. Rafli, salah seorang penjual kedelai di Pasar Legi Ponorogo, menyampaikan bahwa lonjakan harga dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi serta harga komoditas di pasar dunia.

Para pelaku usaha mikro di sektor pangan berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan harga bahan baku. Tanpa kepastian tersebut, mereka khawatir keberlangsungan usaha perajin tempe akan semakin terancam, mengingat tempe merupakan salah satu sumber protein utama yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com