RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara untuk mengantisipasi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers resminya yang diterima di Jakarta, Senin mengatakan, langkah antisipasi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya langkah proaktif dan efisiensi nasional.
“Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas,” kata Rico dalam siaran pers tersebut.
Upaya efisiensi bahan bakar diimplementasikan melalui beberapa langkah strategis, di antaranya: pemberlakuan empat hari kerja untuk fungsi spesifik, optimalisasi penggunaan alutsista berdasarkan skala prioritas operasi, serta pembatasan pemakaian kendaraan dinas maupun jemputan pegawai dengan tetap menjamin kelancaran pelaksanaan tugas.
Rico menegaskan langkah efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat.
Dia juga memastikan bahwa bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
“Melalui langkah ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara,” terang Rico

