Menhut pastikan negara hadir untuk mencegah karhutla

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menghadapi musim kemarau.

Raja Antoni mengatakan pemerintah harus hadir melalui langkah pencegahan dan pengendalian agar karhutla tidak kembali menimbulkan dampak luas. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat, seperti meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), menyebabkan kegiatan belajar mengajar terhenti, menghambat aktivitas ekonomi, hingga mengganggu penerbangan.

Ia optimistis Indonesia mampu menekan kejadian karhutla tahun ini meskipun fenomena El Nino diperkirakan datang lebih awal akibat perubahan iklim. Pemerintah menargetkan luas wilayah yang terdampak kebakaran dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan.

Menhut juga menyampaikan apresiasi kepada Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api yang selama ini berada di garis depan dalam penanganan karhutla. Ia menilai para petugas telah mencurahkan waktu, tenaga, bahkan mempertaruhkan nyawa untuk menjaga hutan sekaligus melindungi masyarakat.

Raja Antoni menekankan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak. Komunikasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah, aparat, petugas lapangan, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia menambahkan, penanganan karhutla di Indonesia menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Pemerintah berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sehingga meskipun El Nino datang lebih cepat, jumlah dan luas karhutla pada tahun ini dapat jauh lebih rendah dibandingkan 2023 dengan dampak yang sekecil mungkin bagi masyarakat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com