RESPONRADIO.COM PADANG│BEIJING — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan aturan teknis pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah selesai disusun dan siap diterapkan. Menurutnya, mekanisme tersebut telah dituangkan dalam buku yang mencakup tata laksana pengawasan. BPOM juga menyiapkan anggaran sebesar Rp509 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk mendukung pengawasan keamanan pangan dalam program tersebut.
Taruna menjelaskan, pengawasan MBG akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan, bahan mentah, tata kelola, distribusi hingga pelaksanaan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, BPOM memiliki kewenangan dalam mengawal keamanan pangan MBG, termasuk edukasi, pengelolaan, distribusi, penyajian, serta mitigasi permasalahan. Dari total anggaran Rp509 miliar, Rp115,7 miliar dialokasikan untuk kegiatan preventif, Rp27,5 miliar untuk penelusuran dan tindak lanjut perbaikan, sedangkan Rp366 miliar digunakan untuk kegiatan surveilans.
Kegiatan preventif mencakup pendampingan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), edukasi keamanan pangan, pencegahan risiko berdasarkan kajian, serta peningkatan kapasitas unit pelaksana teknis BPOM. Sementara itu, penelusuran dan tindak lanjut perbaikan meliputi investigasi insiden, penelusuran rantai pasok, tindakan koreksi, dan pengawasan setelah ditemukan masalah. Adapun surveilans dilakukan melalui pengambilan serta pengujian sampel MBG untuk memastikan pangan yang diberikan memenuhi standar keamanan.
Penguatan pengawasan tersebut dilakukan di tengah munculnya sejumlah laporan dugaan keracunan dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 43.838 korban dugaan keracunan di 36 provinsi sejak 2025 hingga akhir Agustus 2026, termasuk 15.735 korban pada Januari–Agustus 2026 dan 3.079 korban selama Agustus. Kasus juga dilaporkan terjadi pada September, antara lain di Sidoarjo dengan 730 orang pada 4 September serta Gembong, Pati, dengan sedikitnya 259 siswa dan tenaga pendidik pada 10 September 2026.

