RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (Unand) mendorong pemulihan dan transformasi budidaya ikan air tawar di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mandala Jaya, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang. Program tersebut dilakukan melalui penerapan Smart Fish Feeder berbasis Internet of Things (IoT), setelah sebagian kolam budidaya kelompok mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada Juni 2026.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unand Micko Tomas mengatakan program tidak hanya berfokus pada perbaikan kolam, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas produksi dan meningkatkan efisiensi budidaya. Pokdakan Mandala Jaya yang telah membudidayakan ikan sejak 2000 itu memiliki komoditas utama ikan nila. Dalam kondisi normal, kelompok menggunakan sekitar 16 ton pakan untuk menghasilkan 8,4 ton ikan nila dalam satu siklus, dengan Feed Conversion Ratio (FCR) sekitar 1,9.
Setelah dilakukan identifikasi kebutuhan melalui Focus Group Discussion (FGD), tim bersama mitra memulihkan kolam yang terdampak dan menebarkan 5.000 ekor benih ikan nila. Selanjutnya, Smart Fish Feeder diterapkan untuk mengotomatiskan pemberian pakan agar lebih terjadwal dan terukur. Perangkat tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan WiFi terintegrasi, motor DC, serta wadah pakan berkapasitas sekitar 100 kilogram. Teknologi ini ditargetkan dapat mengurangi penggunaan pakan sekitar 10–15 persen.
Penerapan teknologi juga disertai pelatihan agar anggota kelompok mampu memasang, mengoperasikan, mengatur jadwal, mengkalibrasi, dan merawat perangkat secara mandiri. Evaluasi dilakukan dengan mengukur konsumsi pakan, pertumbuhan ikan, tingkat kelangsungan hidup, serta FCR untuk mengetahui dampak teknologi berdasarkan data aktual. Program yang didanai DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mampu membangun budidaya ikan nila yang lebih efisien, adaptif, berkelanjutan, dan berpotensi diterapkan pada kolam lainnya.

