Air Bah Gunung Marapi terjang lokasi sisa bencana Bukik Batabuah Agam

RESPONRADIO.COM PADANG│BUKITTINGGI — Air bah dari hulu Gunung Marapi menerjang lokasi pembangunan jembatan penyeberangan warga di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (10/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Wali Nagari Bukik Batabuah Firdaus mengatakan aliran air datang secara tiba-tiba dengan membawa material kayu dan batu, meski kondisi di sekitar lokasi sebelumnya terlihat normal dan tidak terjadi hujan.

Firdaus menjelaskan hujan deras justru terjadi di kawasan Gunung Marapi dan Batang Selasih, sehingga aliran air dari hulu bergerak menuju Bukik Batabuah. Besarnya debit air dan material yang terbawa membuat aktivitas pembangunan jembatan dihentikan sementara demi keselamatan pekerja serta mengantisipasi kemungkinan adanya aliran susulan.

Menjelang Kamis sore, aliran air mulai kembali normal. Pembangunan jembatan direncanakan dilanjutkan pada Jumat pagi apabila kondisi tetap aman. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap aliran air dari kawasan hulu, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir lahar dingin dan banjir bandang.

Firdaus mengatakan masyarakat telah meminta sejak bencana 2024 agar jembatan lama yang memiliki tiang dibongkar serta alur sungai diperlebar dan diperdalam. Upaya tersebut kemudian dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana. Menurutnya, kejadian terbaru menunjukkan pelebaran dan pendalaman sungai penting agar aliran air dari hulu dapat melewati kawasan tersebut dengan lebih lancar dan mengurangi risiko luapan.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com