Rekor Baru Musim Badai Atlantik: Fenomena Super El Nino Redam Badai Tropis

RESPONRADIO.COM PADANG│SAMUDERA ANTLANTIK — Musim badai Atlantik tahun ini berpotensi mencetak rekor baru karena hingga memasuki puncak musim belum terbentuk satu pun badai hurricane. Jika kondisi ini berlanjut, Atlantik dapat mencatat periode terlama tanpa pembentukan badai di era satelit. Rekor sebelumnya terjadi pada 11 September 2002 dan 2013. Hingga saat ini baru terdapat lima badai tropis bernama, yakni Arthur, Bertha, Cristobal, Dolly, dan Edouard.

Kondisi tersebut berbeda dengan Samudra Pasifik Timur yang mengalami musim badai cukup aktif. Hingga kini telah terbentuk 13 badai bernama, termasuk lima badai besar. Badai utama terbaru, Lowell, menerjang Hawaii dengan membawa angin kencang, hujan deras yang memicu banjir, serta gelombang tinggi.

Penurunan aktivitas badai di Atlantik terutama dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan peningkatan geser angin di lapisan atas atmosfer Atlantik. Kondisi ini dapat mengganggu dan memecah struktur awan badai sehingga menghambat pembentukan badai tropis maupun hurricane. NOAA memperkirakan El Nino tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950, dengan puncak diprediksi terjadi pada November atau Desember.

Selain El Nino, sebaran debu dari Gurun Sahara turut menghambat pertumbuhan badai karena membawa udara kering dan berdebu melintasi Atlantik. Kondisi aktivitas badai yang rendah diperkirakan masih berlangsung setidaknya hingga pekan depan. Musim badai Atlantik sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 30 November.

Tim Redaktur: Respon Radio

Sumber: mediindonesia.com