RESPONRADIO.COM PADANG│ISLAMABAD — Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, Selasa (24/3), mengatakan Islamabad “siap” untuk menjadi tuan rumah pembicaraan “bermakna dan konklusif” antara AS dan Iran guna mencapai “penyelesaian komprehensif” demi mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Pakistan menyambut dan sepenuhnya mendukung upaya dialog guna mengakhiri perang di Timur Tengah demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” kata Sharif di akun media sosial X.
“Dengan persetujuan AS dan Iran, Pakistan siap dan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah guna memfasilitasi pembicaraan yang bermakna dan konklusif untuk penyelesaian komprehensif konflik yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Pernyataan tersebut dirilis menyusul adanya laporan mengenai komunikasi antara Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, dengan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (23/3) guna membahas situasi perang Iran.
Negara di Asia Selatan tersebut mengajukan diri sebagai tuan rumah bagi pertemuan tingkat tinggi antara pejabat senior pemerintahan Trump dan pihak Iran sebagai bagian dari inisiatif diplomasi.
Sesaat setelah unggahan tersebut, Presiden Trump membagikan tangkapan layar pernyataan perdana menteri Pakistan itu di platform Truth Social miliknya.
Sumber-sumber Pakistan secara terpisah mengatakan kepada Anadolu pada Senin bahwa delegasi AS dijadwalkan tiba di Pakistan “dalam satu atau dua hari” untuk menjajaki kemungkinan pembicaraan damai.
Namun, sumber tersebut menambahkan bahwa Teheran “belum siap karena faktor ketidakpercayaan” terhadap Washington.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Selasa (24/3) kembali menegaskan bahwa Islamabad tetap berkomitmen penuh pada penyelesaian konflik lewat jalur diplomatik. Juru bicara kementerian, Tahir Andrabi, menekankan bahwa diplomasi sering kali membutuhkan kerahasiaan, sehingga ia mengimbau media untuk tidak memunculkan spekulasi.
Sejak akhir Februari lalu, wilayah tersebut terus membara akibat serangan udara AS dan Israel yang menewaskan ribuan orang, termasuk tokoh kunci Ali Khamenei. Iran membalas dengan menghujani Israel, Yordania, dan Irak dengan rudal serta pesawat nirawak, menyasar lokasi-lokasi yang menampung aset militer Amerika Serikat. Dampaknya kini mulai dirasakan dunia melalui guncangan ekonomi di pasar global dan kekacauan jalur penerbangan internasional.
Presiden Trump pada Senin (23/3) mengumumkan penghentian serangan selama lima hari terhadap infrastruktur energi Iran, menyusul klaim adanya diskusi “produktif” dengan Teheran. Namun, pihak Iran membantah keras adanya perundingan tersebut dan melabelinya sebagai hoaks. Meski demikian, Kemlu Iran mengonfirmasi telah menerima pesan dari negara-negara sahabat terkait keinginan AS untuk membuka jalur dialog.

