BPBD Sumsel Petakan 12 Daerah Rawan Karhutla

RESPONRADIO.COM PADANG│PALEMBANG  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengidentifikasi sebanyak 12 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana menyebutkan bahwa wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus utama penanganan karena berpotensi mengalami kebakaran dengan luasan yang cukup besar.

Ia merinci daerah rawan tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Ogan Ilir, serta OKU Selatan.

Menurutnya, sejumlah wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama karena memiliki kawasan gambut yang luas sehingga lebih rentan terhadap kebakaran.

Ia menjelaskan, kebakaran di lahan gambut umumnya sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah.

Dalam menghadapi potensi karhutla menjelang musim kemarau, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya adalah pelaksanaan apel siaga karhutla yang dijadwalkan pada 22 April 2026 di Griya Agung Palembang, yang akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Selain itu, pemerintah juga berencana menetapkan status siaga darurat, membentuk posko, serta mengajukan dukungan berupa operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam.

BPBD Sumsel turut memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan deteksi dini dan respons cepat, patroli terpadu, serta pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com