RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mempererat kerja sama strategis dengan Rusia, terutama di bidang perdagangan dan ekonomi kedua negara.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, ia menyebut hubungan dagang Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan yang positif dari waktu ke waktu.
“Kami ingin menjaga momentum ini agar terus meningkat melalui perdagangan yang saling memberikan manfaat serta perluasan kerja sama investasi,” kata Wamendag Roro saat menggelar pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation, Vladimir Ilyichev, di Kazan, Rusia.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5) waktu setempat tersebut difokuskan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Rusia.
Roro juga mengungkapkan bahwa nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS, atau naik 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rusia tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi mencapai 90,6 persen dari total nilai perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Menurut Wamendag, hubungan perdagangan antara Indonesia dan Rusia bersifat saling melengkapi.
Rusia memasok sejumlah komoditas penting bagi Indonesia, seperti batu bara, pupuk, serta produk baja.
Sementara itu, Indonesia mengekspor berbagai komoditas unggulan ke Rusia, di antaranya minyak sawit, kopi, produk turunan kelapa, dan kakao.
“Indonesia menyambut positif meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap produk-produk unggulan nasional. Kami akan terus menjaga kualitas, daya saing, serta keberlanjutan ekspor Indonesia di pasar Rusia,” kata Roro Esti.
Dalam kesempatan itu, Wamendag juga menyinggung perkembangan proses ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St Petersburg, Rusia.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat tahapan ratifikasi di dalam negeri dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV tahun 2026.
Untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bekerja sama dengan Kadin Indonesia.
“Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan menjadi katalisator dalam mempererat hubungan antar pelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta meningkatkan perdagangan kedua negara,” ujar Roro Esti.
Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor jasa. Menurutnya, Indonesia memiliki tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, hingga teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri di Rusia.
Pada kesempatan yang sama, Wamendag turut mengundang para pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Banten.
“Trade Expo Indonesia menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor perdagangan dan investasi,” jelas Roro Esti.
Ia juga menegaskan komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

