RESPONRADIO.COM PADANG│TAHERAN — Amerika Serikat (AS) dilaporkan masih belum menyetujui sejumlah poin dalam rancangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Iran terkait upaya penghentian perang. Informasi tersebut disampaikan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Minggu (24/5).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tasnim, kedua negara sebenarnya telah menggelar beberapa kali pembicaraan pada Minggu. Namun, AS disebut masih menolak beberapa klausul penting dalam rancangan kesepakatan damai tersebut, termasuk terkait pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Tasnim juga menyebut peluang pembatalan nota kesepahaman itu masih terbuka. Iran menegaskan tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip utamanya, terutama dalam menjaga hak-hak rakyatnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada televisi pemerintah IRIB bahwa Iran dan AS tengah berupaya menyelesaikan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik.
Menurut Baghaei, fokus utama saat ini adalah mengakhiri perang yang disebutnya sebagai perang yang dipaksakan. Ia menjelaskan kedua pihak sedang mengupayakan kesepakatan awal berupa nota kesepahaman yang memuat 14 klausul.
Ia optimistis Teheran dan Washington dapat mencapai kesepakatan final dalam waktu 30 hingga 60 hari. Sejumlah isu utama yang dibahas dalam dokumen tersebut meliputi penghentian serangan maritim AS atau blokade angkatan laut, serta persoalan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebelumnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 8 April setelah konflik selama 40 hari yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Pasca-gencatan senjata, delegasi Iran dan AS sempat menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan konkret.

