RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan memastikan harga hewan kurban di wilayah tersebut masih tergolong stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro Yudyantoro, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penjualan hewan kurban masih berlangsung normal meski terdapat sedikit kenaikan harga rata-rata.
Menurut Ridho, kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor seperti ketersediaan hewan ternak, kondisi cuaca panas, hingga terbatasnya pasokan pakan di daerah asal ternak. Kondisi tersebut turut berdampak pada harga jual hewan kurban di pasaran. Kendati demikian, ia menegaskan situasi perdagangan hewan kurban secara umum masih dalam kondisi stabil.
Di sisi lain, pedagang sapi kurban bernama Widi menyebut mayoritas hewan yang dijual berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Jumlah hewan kurban yang dipasarkan tahun ini disebut tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun jenis sapi yang dijual cukup beragam.
Beberapa jenis sapi yang tersedia antara lain Limousin, PO, Brahman, Bali, dan Simental dengan bobot terbesar mencapai satu ton. Harga sapi kurban pun bervariasi tergantung jenis dan ukuran, mulai dari puluhan juta hingga lebih dari Rp100 juta per ekor.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Selatan telah melakukan pemeriksaan terhadap 18.575 ekor hewan kurban dalam sepekan menjelang Idul Adha. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan memenuhi syarat syariat, sehat, bebas penyakit menular atau zoonosis, serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

