RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berencana menambah jumlah personel pengamanan di proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik setelah terjadi dugaan pengancaman terhadap petugas oleh sejumlah warga di lokasi proyek.
Kepala Subdirektorat Kawasan Tertentu Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar, AKBP Sumintak, mengatakan pihaknya akan menambah satu regu personel untuk mendukung pengamanan proyek strategis tersebut. Saat ini, satu regu yang terdiri dari delapan anggota telah disiagakan selama 24 jam di area pembangunan.
Menurut Sumintak, penambahan delapan personel lagi diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan proyek senilai Rp2,79 triliun itu berjalan tanpa hambatan. Langkah tersebut diambil menyusul adanya dugaan aksi penghalangan pekerjaan proyek yang disertai tindakan kekerasan oleh beberapa orang.
Berdasarkan hasil pendataan kepolisian, individu yang diduga menghalangi jalannya pembangunan bukan berasal dari wilayah Lubuk Kilangan maupun dari kaum Suku Jambak yang terkait dengan persoalan tersebut. Karena itu, polisi menilai mereka tidak memiliki keterkaitan langsung dengan permasalahan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser, mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang diduga melakukan penghalangan sebelumnya juga pernah menghentikan aktivitas pekerja di lokasi proyek. Namun, saat kejadian pertama, pihak perusahaan memilih tidak melapor kepada kepolisian karena proses konsinyasi lahan masih berlangsung.
Terkait insiden penghalangan yang kembali terjadi, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik berencana berkoordinasi dengan Polda Sumbar untuk menentukan langkah yang tepat agar pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dapat terus berjalan tanpa gangguan di masa mendatang.

