Lokasi sebaran rafflesia ke 19 di Agam ditemukan

RESPONRADIO.COM PADANG│LUBUK BASUNG — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengungkapkan telah ditemukan lokasi sebaran rafflesia ke-19 di Kabupaten Agam. Penemuan ini dinilai menambah potensi wisata alam daerah sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan lokasi sebaran terbaru berada di kawasan Rimbo Mangin, Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh. Bunga yang ditemukan merupakan jenis Rafflesia gadutensis dan pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Simon pada pertengahan 2025 saat mencari rotan di kawasan hutan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada BKSDA pada Sabtu (25/7/2026).

Ade Putra menjelaskan, penemuan tersebut menambah jumlah lokasi sebaran rafflesia di Kabupaten Agam menjadi 19 titik. Sebelumnya, bunga langka itu telah ditemukan di 18 lokasi yang tersebar di Kecamatan Palupuh, termasuk Cagar Alam Batang Palupuh, Palembayan, Tanjung Raya di sekitar Danau Maninjau, Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Malalak, dan Matur. Berbagai jenis rafflesia yang ditemukan di wilayah tersebut antara lain Rafflesia arnoldii, Rafflesia tuan-mudae, Rafflesia gadutensis, serta beberapa jenis lainnya.

Menurutnya, bertambahnya lokasi sebaran bunga yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu membuka peluang pengembangan destinasi wisata berbasis konservasi. Dengan pengelolaan yang baik, keberadaan rafflesia diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendukung upaya pelestarian habitatnya.

Ade Putra menambahkan, Rafflesia gadutensis pertama kali dideskripsikan oleh W. Meijer pada 1984 di kawasan Ulu Gadut, Kota Padang. Spesies ini memiliki ciri khas berupa ukuran bunga yang lebih kecil dibandingkan jenis rafflesia lainnya, dengan diameter sekitar 40 hingga 60 sentimeter, lima kelopak berbintik putih, serta tumbuh sebagai parasit pada tanaman inang Tetrastigma lanceolarium dari keluarga Vitaceae.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com