Purbaya: Investasi Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai investasi menjadi salah satu faktor utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027. Untuk mendukung sasaran tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi dapat mencapai 7%.

Purbaya menjelaskan, percepatan investasi diperlukan agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat meningkat pada 2027. Upaya tersebut akan ditempuh melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI mengenai pengantar asumsi dasar RUU APBN 2027, Selasa (1/9). Ia menyebut pemerintah akan menempatkan investasi negara sebagai katalisator, sedangkan sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama investasi nasional.

Menurut Purbaya, keterlibatan Danantara juga akan diperkuat, terutama melalui penanaman modal pada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi. Investasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan industri dan mempercepat proses hilirisasi.

Pemerintah juga akan menjaga stabilitas ekonomi makro sebagai landasan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Stabilitas tersebut dinilai penting dalam memberikan kepastian sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap perekonomian nasional.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menopang konsumsi sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung investasi. Pemerintah juga akan menjaga tingkat suku bunga tetap kompetitif sehingga dunia usaha memiliki akses pembiayaan yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mengurangi risiko akibat ketidakpastian perekonomian global.

Pemerintah juga akan mendorong investasi di sejumlah sektor strategis, termasuk minyak dan gas bumi. Peningkatan produksi migas atau lifting akan dilakukan melalui pengaktifan kembali sumur-sumur yang tidak beroperasi, percepatan pengembangan cadangan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih maju.

Pengawasan terhadap kegiatan operasional migas juga akan diperkuat untuk meningkatkan efisiensi. Di saat yang sama, pemerintah berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih menarik melalui kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.

Dari sisi penerimaan negara, pemerintah akan terus mengoptimalkan pendapatan dengan tetap mempertahankan iklim investasi yang kondusif serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, kualitas belanja negara akan ditingkatkan melalui efisiensi, refocusing, dan penempatan anggaran pada program yang lebih produktif serta berorientasi pada hasil.

Untuk pembiayaan defisit, pemerintah akan menerapkan strategi yang inovatif, prudent, dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kesehatan fiskal dalam jangka menengah hingga panjang.

Dalam postur RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.496 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp4.097,29 triliun. Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran dipertahankan pada level 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya menilai postur RAPBN tersebut mencerminkan upaya pemerintah menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan komitmen menjaga keberlanjutan fiskal. APBN juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi katalis bagi peningkatan peran sektor swasta.

Kebijakan ekonomi dan fiskal 2027 akan dijalankan melalui sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara. Pemerintah berharap setiap instrumen dapat berjalan secara optimal dan saling memperkuat untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi.

Dalam asumsi dasar RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dengan tingkat inflasi dijaga pada 2,5%. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diasumsikan sebesar 6,9%, sedangkan nilai tukar rupiah dipatok pada Rp17.500 per dolar AS.

Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai apabila strategi ekonomi dijalankan secara tepat serta kebijakan fiskal tetap prudent dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah menetapkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Target lifting minyak bumi ditetapkan 612.500 barel per hari, sementara lifting gas diproyeksikan mencapai 954.000 barel setara minyak per hari.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kebijakan fiskal yang efektif diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan berada di kisaran 6%-6,5%, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,3%-4,87%, dan rasio gini berada pada rentang 0,362-0,367.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com