Galodo putus jalan dan rusak jembatan, Tim Rehab Rekon Sumbar dorong percepatan pemulihan Padang Panjang

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PANJANG — Tim Supervisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pascabencana Sumatera Barat mendorong percepatan perbaikan sejumlah infrastruktur penting di Kota Padang Panjang yang mengalami kerusakan akibat bencana galodo.

Ketua Tim Supervisi Rehab Rekon Pascabencana Sumbar Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang menyampaikan hal tersebut saat meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Padang Panjang, Senin. Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan agar akses transportasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan setelah tim mengadakan pemaparan dan diskusi bersama Pemerintah Kota Padang Panjang di Balai Kota. Dari hasil peninjauan, terdapat sejumlah infrastruktur yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Jalan Lingkar Selatan Islamic Centre yang mengalami putus akses, jembatan di Kelurahan Ekor Lubuk dan Ngalau, hunian tetap (huntap) di depan Rusunawa, serta Jembatan Kembar yang mengalami kerusakan setelah diterjang galodo.

Yopie menegaskan kerusakan infrastruktur akibat bencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan. Putusnya akses jalan dan rusaknya jembatan juga berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga serta kelancaran berbagai kegiatan masyarakat.

Karena itu, ia meminta proses rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap infrastruktur terdampak dapat dipercepat. Infrastruktur yang mengalami kerusakan berat, khususnya jalan yang terputus, dinilai harus menjadi perhatian agar tidak semakin menghambat aktivitas masyarakat.

Hasil peninjauan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk mendorong kebutuhan penanganan dari daerah kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian kebutuhan yang tidak dapat ditangani sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Yopie juga meminta Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat koordinasi dan menyiapkan proposal serta data pendukung terkait kebutuhan anggaran. Menurutnya, kelengkapan dokumen dan data akan memudahkan proses pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat.

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu menyampaikan secara jelas kebutuhan pemulihan, baik yang berkaitan dengan pendanaan maupun dokumen usulan. Dengan data yang lengkap, berbagai kebutuhan tersebut akan lebih mudah diperjuangkan untuk mendapatkan tindak lanjut.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Tim Supervisi Rehab Rekon Pascabencana Sumbar ke sejumlah titik terdampak. Ia berharap peninjauan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang rusak akibat galodo.

Hendri mengatakan Pemkot Padang Panjang akan terus melakukan koordinasi serta menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam proses pengajuan dukungan. Ia berharap perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.

Menurut Hendri, perbaikan jalan dan jembatan menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak karena kedua infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com