RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,9 yang mengguncang wilayah Kota Manado dan sekitarnya pada Jumat pagi dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 08.05.09 WIB. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Titik episenter gempa berada pada koordinat 1,17 derajat Lintang Utara dan 126,14 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 117 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman 38 kilometer.
Menurut Wijayanto, gempa tersebut tergolong gempa dangkal jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Analisis mekanisme sumber menunjukkan patahan gempa memiliki pola pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Berdasarkan laporan intensitas guncangan, dampak gempa paling kuat dirasakan di wilayah Pulau Batang Dua dengan skala III-IV MMI. Getaran dirasakan cukup nyata oleh banyak warga di dalam rumah pada siang hari.
Guncangan juga terasa hingga Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, serta Manado dengan intensitas II-III MMI, yang digambarkan seperti getaran akibat truk besar melintas.
Hingga pukul 08.20 WIB, hasil pemantauan BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

