Hadapi Ancaman El Nino, Zulhas Pastikan Pangan Nasional Aman

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Pemerintah menegaskan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun fenomena El Nino mulai berdampak di sejumlah wilayah Indonesia. Upaya menjaga ketersediaan pangan dilakukan melalui penguatan cadangan pangan, peningkatan produksi sektor pertanian dan perikanan, serta pengembangan sentra-sentra produksi di berbagai daerah guna memastikan pasokan tetap stabil dan harga terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Warloka Pesisir, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/7). Ia menyebut kondisi pangan nasional saat ini berada dalam situasi yang sangat baik, ditandai dengan cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 5,2 juta ton serta melimpahnya stok komoditas pangan strategis lainnya seperti telur, ayam, dan ikan.

Menurut Zulhas, pemerintah kini tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga mendorong peningkatan daya saing produk pangan Indonesia di pasar internasional, khususnya komoditas perikanan. Melimpahnya hasil laut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor produk perikanan dunia.

Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional. Sejumlah langkah antisipatif telah dilakukan, mulai dari memperbesar cadangan beras, mempercepat masa tanam, mengoptimalkan irigasi dan pompanisasi, hingga meningkatkan produktivitas sektor perikanan sebagai sumber protein masyarakat.

Zulhas menilai ketahanan pangan nasional tidak lagi hanya bergantung pada sektor pertanian. Potensi kelautan Indonesia yang sangat besar menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga pasokan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan sebagai kawasan ekonomi pesisir yang produktif dengan dukungan fasilitas seperti cold storage, pengolahan hasil tangkapan, akses logistik, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat nelayan.

Melalui ekosistem tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, menekan kehilangan pascapanen, dan memperkuat rantai pasok pangan nasional. Pemerintah optimistis kombinasi antara cadangan beras yang kuat, peningkatan produksi pertanian dan perikanan, serta pembangunan kawasan produksi seperti Kampung Nelayan Merah Putih akan menjaga stabilitas pangan nasional, mewujudkan swasembada pangan, sekaligus meningkatkan ekspor komoditas perikanan. Zulhas pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir karena ketersediaan pangan nasional tetap aman, sembari menegaskan pentingnya terus meningkatkan produksi agar Indonesia mampu menjadi pemain utama di pasar pangan global.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com