Jalan provinsi di Palembayan, Agam tak bisa dilalui kendaraan akibat terban

RESPONRADIO.COM PADANG│LUBUK BASUNG  Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menuju Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami kerusakan akibat badan jalan terban setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu siang.

Kapolres Agam AKBP Muari di Lubuk Basung menjelaskan, lokasi badan jalan yang mengalami longsor berada di Labuah Sampiak, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, badan jalan yang terban memiliki kedalaman sekitar 15 meter. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melewati jalur tersebut dengan hati-hati.

AKBP Muari mengatakan ruas jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Padang Koto Gadang dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Agam hingga Kota Bukittinggi. Ia mengimbau masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut untuk memperhatikan perkembangan kondisi jalan karena masih berpotensi membahayakan.

Selain jalur provinsi tersebut, jalan lingkar kabupaten dari Koto Alam, Kecamatan Palembayan, menuju Lubuk Basung melalui Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, juga belum dapat dilewati kendaraan roda empat dan hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua.

Ia menyebut saat ini belum tersedia jalur alternatif yang dapat digunakan kendaraan roda empat karena akses melalui Batu Kambing juga mengalami kendala serupa. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan masyarakat untuk membuat saluran air guna mengurangi dampak erosi yang terus mengikis badan jalan dan menyebabkan tebing mengalami longsor. Selain itu, laporan telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera menyiapkan jalur alternatif.

Sementara itu, Wali Nagari Salareh Aia, Rizal Islami, menyampaikan bahwa kerusakan jalan terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah tersebut pada Rabu pagi. Ia menjelaskan kondisi jalan sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Jalan tersebut kembali mengalami penurunan pada April 2026 hingga menyisakan sekitar dua meter bagian yang masih dapat digunakan. Kondisi terbaru membuat akses semakin terbatas karena sebagian badan jalan kembali terban.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com