RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga meski dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Penilaian tersebut disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK yang digelar pada 29 Juli 2026 dan diumumkan melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (4/8).
OJK menjelaskan, kondisi tersebut didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai serta kinerja sektor keuangan yang tetap solid. Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap sejumlah negara mitra dagang, dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF menjadi 3 persen pada 2026, perekonomian domestik masih menunjukkan daya tahan yang baik. Inflasi Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan (year on year), sementara aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 50,2.
Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit pada Juni 2026 meningkat 12,67 persen secara tahunan menjadi Rp9.081 triliun. Kualitas kredit juga membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen, sedangkan permodalan perbankan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen. Sementara itu, pasar modal menunjukkan pemulihan dengan arus dana asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy), disertai pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 30,06 juta orang hingga akhir Juli 2026.
Selain menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK juga terus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen. Hingga akhir Juli 2026, OJK telah menyelenggarakan ribuan kegiatan edukasi keuangan, menerima ratusan ribu layanan pengaduan masyarakat, serta bersama Satgas PASTI menghentikan ribuan aktivitas keuangan ilegal. Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berharap sektor jasa keuangan tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan Indonesia (JJ).
Tim Redaktur: Respon Radio

