Kesepakatan Iran – AS Ditandatangani 19 Juni di Swis, Selat Hormuz akan Dibuka

RESPONRADIO.COM PADANG│WASHINGTON — Salah satu bagian penting dalam rancangan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan energi strategis dunia. Berdasarkan rancangan nota kesepahaman (MoU), akses terhadap selat tersebut akan dibuka dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan resmi ditandatangani oleh kedua negara.

Kesepakatan akhir antara Teheran dan Washington disebut akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Informasi tersebut disampaikan kantor berita Iran, Mehr, yang mengutip dokumen rancangan MoU antara Iran dan AS pada Senin (15/6).

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah mencapai tahap akhir. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut dirinya telah memberikan izin untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh serta mencabut blokade Angkatan Laut AS terhadap kawasan tersebut.

Trump juga menyampaikan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas pelayaran internasional dan memungkinkan kembali aliran minyak global melalui jalur strategis tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan seluruh poin dalam rancangan kesepahaman antara Iran dan AS telah selesai dibahas. Jika tidak mengalami perubahan, dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com