RESPONRADIO.COM PADANG│VENEZUELA — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengerahkan bantuan kemanusiaan dan berkoordinasi dengan pemerintah Venezuela serta berbagai mitra untuk membantu proses penanganan pascagempa. Guterres mengaku prihatin atas jatuhnya korban jiwa akibat dua gempa besar yang melanda negara tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Bidang Urusan Kemanusiaan Tom Fletcher mengatakan para pemimpin lembaga kemanusiaan akan segera melakukan pertemuan di Jenewa guna menyusun langkah strategis dalam memperkuat respons bantuan. PBB juga mulai mengirimkan tim ke sejumlah wilayah terdampak setelah koordinasi dilakukan dengan pemerintah Venezuela terkait kebutuhan prioritas di lapangan.
Sejumlah negara turut menyatakan kesiapan memberikan bantuan darurat kepada Venezuela, di antaranya Amerika Serikat, Republik Dominika, El Salvador, Swiss, Qatar, Meksiko, Tiongkok, Brasil, negara-negara Karibia, Suriah, Inggris, Rusia, dan Spanyol.
Sementara itu, kondisi pascabencana dilaporkan masih sangat mengkhawatirkan. Organisasi kesehatan global Project Hope yang mengelola puluhan pusat layanan kesehatan di Venezuela menyebut wilayah terdampak mengalami situasi darurat, terutama di kawasan seperti Caracas, Miranda, dan La Guaira.
Petugas bantuan Project Hope, César Jiménez, mengatakan bencana tersebut memberikan tekanan besar terhadap kemampuan penanganan lokal yang sebelumnya telah menghadapi berbagai tantangan akibat krisis ekonomi dan politik berkepanjangan.
Menurut Jiménez, gempa terjadi secara tiba-tiba dan membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal serta membutuhkan bantuan. Ia menceritakan bahwa saat gempa berlangsung, dirinya bersama keluarga tidak mampu berdiri akibat kuatnya guncangan. Listrik padam, sejumlah perabot rumah mengalami kerusakan, dan warga langsung keluar mencari tempat aman.
Setelah bencana terjadi, tim Project Hope melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas kesehatan. Beberapa pusat layanan, terutama di La Guaira, mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi aman digunakan. Fasilitas kesehatan yang masih beroperasi pun menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan pertolongan.
Saat ini, kebutuhan mendesak di wilayah terdampak meliputi berbagai perlengkapan medis seperti perban, alat jahit medis, serta obat-obatan. Meskipun bantuan dan relawan mulai berdatangan, kebutuhan masyarakat korban gempa masih jauh lebih besar dan membutuhkan dukungan berkelanjutan.

