Veda Ega Pratama tidak Percaya Kutukan Marc Marquez di Sirkuit Mandalika

RESPONRADIO.COM PADANG│LOMBOK TENGAH — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, angkat bicara mengenai fenomena “Marquez Curse” atau kutukan Marc Marquez yang belakangan ramai dibahas di media sosial. Isu tersebut kembali mencuat setelah pembalap asal Spanyol itu kembali gagal menyelesaikan balapan di Pertamina Mandalika International Circuit.

Veda menegaskan bahwa dirinya bersama Mario Aji tidak memercayai anggapan mistis maupun berbagai spekulasi yang berkembang terkait rentetan kegagalan Marc Marquez di Indonesia. “Kalau kami berdua (Veda dan Mario Aji) tidak percaya. Ya (kutukannya) buat Marquez kan bukan buat kami,” kata Veda saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/7/2026).

Pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta, itu menilai berbagai opini di luar lintasan justru dapat mengganggu konsentrasi para pembalap. Menurutnya, kegagalan Marquez lebih dipengaruhi oleh faktor teknis dan kondisi alam dibandingkan hal-hal yang bersifat mistis.

Veda menjelaskan, Sirkuit Mandalika yang memiliki panjang 4,31 kilometer dan berada di kawasan pesisir menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Salah satu faktor yang dinilai cukup berpengaruh adalah kondisi angin yang kerap berubah dan sulit diprediksi.

“Mungkin karena suhu atau angin. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena kami ada di pinggir laut,” ujarnya.

Pada MotoGP Indonesia 2025, Marc Marquez yang datang dengan status juara dunia musim tersebut gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh ke area gravel pada lap-lap awal.

Sementara itu, Veda Ega Pratama dan Mario Aji dipastikan akan menjadi wakil Indonesia pada ajang MotoGP yang akan digelar Oktober mendatang. Keduanya akan berlaga di kelas yang berbeda.

Sebagai pendatang baru di kelas Moto3, Veda berharap dapat menunjukkan performa terbaik di hadapan para pendukungnya sendiri tanpa terbebani oleh mitos yang berkembang di media sosial. Ia memilih untuk memusatkan perhatian pada upaya menaklukkan karakteristik lintasan Mandalika yang dikenal menantang.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com