Kementerian PU Siap Bantu Tangani Jalan Provinsi Ke Pining, Gayo Lues

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap membantu penanganan jalan provinsi menuju Pining di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, secara bertahap dalam rangka mendukung penanganan infrastruktur konektivitas terdampak bencana.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak bencana. Hal ini disebabkan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi bagi mobilisasi warga serta lancarnya penyaluran bantuan logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Kementerian PU terus berkomitmen untuk mendukung penanganan infrastruktur konektivitas terdampak bencana di Provinsi Aceh, termasuk ruas jalan provinsi Blangkejeren – Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues.

Melalui keterlibatan di jalan-jalan daerah, Kementerian PU memberikan dukungan kepada pemerintah daerah khususnya dalam masa pemulihan pascabencana. Meski begitu, prioritas utama dalam pemeliharaan jaringan jalan nasional tetap menjadi fokus yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam mendukung penanganan ruas jalan provinsi Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining tersebut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memulai mobilisasi alat berat secara bertahap guna membantu penanganan darurat sesuai kebutuhan lapangan dan progres pekerjaan.

Penanganan difokuskan pada ruas Blangkejeren–Kutacane, tepatnya di Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dengan titik awal penanganan berada di Ae Bobo, Blangkejeren dan Tetumpun. Sebanyak empat unit alat berat disiagakan dan dimobilisasi dari dua arah, yakni dua unit dari arah Pining dan dua unit dari arah Lokop.

Menurut Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, bantuan Kementerian PU bagi perbaikan jalan provinsi dilaksanakan secara sistematis. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan perkembangan serta urgensi pemeliharaan pada jaringan jalan nasional terlebih dahulu.

“Kementerian PU memberikan bantuan penanganan jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” ujar Heri.

Sejalan dengan itu, Kementerian PU juga terus mempercepat pemulihan dan peningkatan konektivitas jaringan jalan nasional di wilayah Gayo Lues dan sekitarnya, yang hingga saat ini menunjukkan progres signifikan. Sejumlah ruas strategis telah kembali terhubung dan fungsional, antara lain Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, fungsional untuk kendaraan roda dua dan roda empat sejak 21 Desember 2025.

Jalur Blangkejeren menuju perbatasan Gayo Lues/Aceh Tenggara telah pulih dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat sejak 9 Januari 2026 setelah sempat terhenti akibat longsor. Sementara itu, rute dari perbatasan menuju Kota Kutacane kini kembali terhubung berkat upaya pembersihan longsor dan penggunaan Jembatan Bailey di Lawe Mengkudu I, sementara proses pembangunan jembatan permanen tetap dikebut.

Tak hanya satu titik, jaringan jalan nasional yang menghubungkan Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, hingga Aceh Tenggara dan Takengon kini sudah kembali fungsional. Pemerintah telah merampungkan penanganan darurat dan memasang Jembatan Bailey di titik-titik krusial, sambil terus mempercepat pembangunan jembatan permanen di lapangan.

Kementerian PU menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan faktor krusial dalam percepatan perbaikan infrastruktur setelah bencana. Melalui bantuan teknis dan pengerahan alat berat di jalan provinsi Gayo Lues, diharapkan aksesibilitas warga dapat segera pulih, sehingga jalur logistik serta roda perekonomian dan sosial masyarakat kembali normal.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com