RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu (21/5) sekitar pukul 04.04 WIB. Gempa tersebut berada di koordinat 8,34 LS dan 108,25 BT atau sekitar 76 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 23 kilometer.
Andik Sutikno (50), warga Kecamatan Parigi, mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat di dalam rumah sehingga membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar sambil membawa anak-anak untuk menyelamatkan diri. Meski sempat mengejutkan warga menjelang salat subuh, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
Menurut Andik, warga sempat khawatir karena teringat gempa yang pernah terjadi sebelumnya. Namun setelah situasi dinilai aman, ia bersama para tetangga kembali masuk ke rumah masing-masing dan memastikan kondisi air laut tetap normal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 4,6 yang berpusat di Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 23 kilometer tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, pihak BPBD juga belum menerima laporan kerusakan bangunan di wilayah Tasikmalaya akibat gempa tersebut.
Abdul Azis menjelaskan, para relawan BPBD masih melakukan pengecekan ke sejumlah rumah warga pascagempa yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Meski getaran turut terasa hingga Kota Tasikmalaya, kondisi gelombang laut di kawasan Cipatujah dilaporkan tetap normal.
Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tektonik terjadi pada Kamis (21/5) sekitar pukul 04.04.56 WIB di wilayah Kabupaten Pangandaran. Hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 4,7 dengan episenter berada di koordinat 8,27 LS dan 108,25 BT atau sekitar 68 kilometer barat daya Pangandaran, Jawa Barat, pada kedalaman 21 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut. Dari laporan masyarakat, getaran dirasakan di wilayah Tasikmalaya dan Garut dengan intensitas III MMI, sedangkan di Ciamis mencapai II-III MMI. Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

