RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kementerian Pariwisata terus memperkenalkan berbagai produk wisata tematik dari sejumlah daerah di Indonesia yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain menawarkan pengalaman perjalanan, produk wisata tersebut juga berpotensi menjadi pilihan cenderamata khas daerah.
Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, mengatakan pengemasan produk wisata dalam bentuk narasi perjalanan yang autentik dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama serta meningkatkan jumlah pengeluaran selama berwisata. Hal tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah tujuan wisata.
Menurut Itok, salah satu daerah yang tengah dikembangkan adalah Jawa Barat sebagai destinasi wisata gastronomi. Wilayah tersebut memiliki potensi melalui kekayaan kuliner Sunda, kopi, teh, serta berbagai produk unggulan lokal. Pengembangan konsep ini diperkuat dengan penerbitan buku pola perjalanan gastronomi berjudul “Wisata Rasa di Bumi Pasundan” yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan diluncurkan di Kota Bandung pada 19 Oktober 2025.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi agen perjalanan dan operator tur dalam membuat paket wisata berbasis kuliner dan pengalaman gastronomi.
Selain Jawa Barat, Kementerian Pariwisata juga mengembangkan kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang sebagai destinasi wisata kebugaran atau wellness tourism. Konsep tersebut menggabungkan unsur kesehatan, kebugaran, budaya, spa tradisional, jamu, meditasi, serta potensi alam.
Untuk mendukung pengembangan wisata kebugaran, Kementerian Pariwisata telah menerbitkan buku perjalanan bertajuk “Wellness Journey Across the Java Wonders” yang diluncurkan pada 1 November 2025. Buku ini menjadi referensi bagi agen perjalanan dan operator tur dalam menyusun paket wisata bertema wellness.
Dalam strategi promosi wisata, Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Teknologi tersebut dinilai mampu memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, serta sesuai dengan kebutuhan dan minat setiap wisatawan.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Marvellous Indonesia AI Assistant (MaiA), layanan berbasis AI yang membantu wisatawan mendapatkan rekomendasi destinasi, atraksi wisata, kuliner, akomodasi, hingga menyusun rencana perjalanan secara lebih personal.
Melalui teknologi tersebut, wisatawan dapat memperoleh rekomendasi perjalanan berdasarkan ketertarikan mereka, mulai dari wisata kopi, gastronomi, wellness, heritage, ekowisata, hingga wisata budaya. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya mendapatkan daftar lokasi yang dapat dikunjungi, tetapi juga memperoleh rekomendasi aktivitas, produk lokal, serta pengalaman khas yang sesuai dengan preferensi masing-masing.

