Kebakaran Hutan Landa Eropa Ribuan Warga Prancis, Spanyol, dan Italia Dievakuasi

RESPONRADIO.COM PADANG│EROPA — Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa memicu kebakaran hutan besar di sejumlah negara. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Gironde di barat daya Prancis. Hingga kini, sekitar 12.000 orang telah dievakuasi, sementara pemerintah setempat masih menyiapkan proses pemindahan bagi sekitar 8.800 warga lainnya karena api terus meluas. Kebakaran telah menghanguskan sekitar 3.400 hektare lahan di sekitar Teluk Arcachon. Untuk mengendalikan kobaran api, sekitar 700 personel pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Prefek Gironde, Sophie Brocas, mengungkapkan bahwa sekitar 10.000 pengungsi merupakan wisatawan yang sedang berkemah di kawasan semenanjung Lège-Cap-Ferret. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gironde, Marc Vermeulen, mengatakan proses pemadaman berlangsung tanpa henti, namun cuaca panas dan embusan angin yang berubah-ubah membuat api sulit dikendalikan.

Kebakaran tersebut juga menimbulkan dampak besar bagi masyarakat setempat. Seorang warga Le Porge, Yassmina de Freitas (19), menceritakan suasana mencekam ketika langit dipenuhi asap pekat dan abu beterbangan. Dalam evakuasi mendadak yang dilakukan pada Rabu malam, keluarganya terpaksa meninggalkan hewan peliharaan karena situasi yang tidak memungkinkan.

Kondisi serupa juga terjadi di Spanyol. Suhu udara yang mencapai 42 derajat Celsius memicu kebakaran di berbagai wilayah, termasuk Aldea del Fresno di sebelah barat Madrid, di mana sekitar 3.500 penduduk diperintahkan mengungsi pada Kamis pagi. Berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa, jumlah kebakaran hutan yang terjadi di Spanyol sepanjang tahun ini telah melampaui total kejadian selama 2025.

Di Italia, kebakaran hutan turut merenggut nyawa seorang petugas pemadam kebakaran, Alessandro Marchi, yang gugur saat menjalankan tugas di San Cataldo, Sisilia. Kepala Perlindungan Sipil Sisilia, Salvo Cocina, menyebutkan terdapat lebih dari 350 titik api di pulau tersebut dan sebagian besar diduga dipicu oleh aktivitas manusia. Sementara itu, laporan Copernicus Climate Change Service yang dirilis pada April lalu menyebutkan Eropa sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Sekitar 95 persen wilayah Eropa mengalami suhu tahunan di atas rata-rata pada 2025, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan yang semakin sering terjadi dan sulit dipadamkan.

Meski sebagian warga di wilayah Var, Prancis tenggara, telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran baru. Peringatan tersebut dikeluarkan karena angin diperkirakan akan kembali bertiup kencang, yang dapat mempercepat penyebaran api.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com