RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terpantau pada Senin (7/9) pukul 05.00 WIB. Abu tersebut menyebar ke sejumlah wilayah, meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.
BMKG mengingatkan bahwa sebaran abu vulkanik berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak. Pada ketinggian tertentu, kondisi tersebut juga dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan terus bergerak ke arah barat. Sebarannya turut mencakup perairan di sekitar wilayah terdampak serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Masyarakat yang berada di jalur sebaran abu diminta memantau kondisi kualitas udara dan jarak pandang. Warga juga diimbau memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta instansi terkait.
BMKG menjelaskan, informasi tersebut diperoleh melalui analisis citra RGB Himawari-9. Dalam produk pemantauan, abu vulkanik ditampilkan dengan warna merah dan ditandai menggunakan poligon berwarna kuning.
Pada pembaruan sebelumnya, BMKG juga mencatat dua klaster sebaran abu vulkanik yang meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com

