Irman Gusman dukung penuh Kapolda Sumbar berantas narkoba dan berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolda Sumatera Barat dalam memberantas peredaran narkotika serta berbagai tindak kejahatan yang dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Irman usai bertemu dan berdiskusi dengan Kapolda Sumatera Barat pada Kamis (23/7). Pertemuan itu membahas berbagai isu terkait keamanan, penegakan hukum, serta tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja kepolisian. Menurut Irman, masyarakat Minangkabau dikenal kritis dan aktif menyampaikan berbagai aspirasi maupun laporan kepada aparat penegak hukum.

Irman menilai ancaman penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat masih sangat serius. Berdasarkan data Polda Sumatera Barat, selama Semester I 2026 aparat berhasil mengungkap 705 kasus narkotika dengan 916 tersangka. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut menyita 41,66 kilogram sabu, 586,3 kilogram ganja, serta 593 butir ekstasi.

Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Mantan Ketua DPD RI dua periode itu mengapresiasi komitmen Kapolda yang menginstruksikan seluruh Kapolres untuk melaporkan dan mempublikasikan hasil pengungkapan kasus kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi.

Menurut Irman, penyidikan harus mampu menelusuri hingga ke bandar, pemodal, pengendali jaringan, aliran dana, maupun pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas peredaran narkotika. Ia mengingatkan agar aparat tidak hanya menangkap kurir, sementara aktor utama di balik jaringan masih bebas menjalankan aksinya.

Irman juga menekankan perlunya membedakan penanganan terhadap bandar dan pengedar dengan pecandu maupun korban penyalahgunaan narkotika. Pecandu yang memenuhi persyaratan sebaiknya diarahkan mengikuti asesmen dan rehabilitasi, sedangkan pelaku utama dalam jaringan peredaran harus ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum.

Selain penegakan hukum, Irman menawarkan kerja sama antara Polda Sumatera Barat dengan berbagai elemen masyarakat melalui program sosialisasi dan pencegahan. Kolaborasi tersebut dapat melibatkan ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pemuda, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah nagari, media, hingga organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pengawasan lingkungan.

Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya penting dalam memerangi narkotika, tetapi juga untuk mencegah perjudian, premanisme, kekerasan, pertambangan ilegal, serta berbagai bentuk kriminalitas lainnya. Irman berharap kepemimpinan baru Polda Sumatera Barat mampu semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan dekat dengan warga, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan kejahatan lainnya.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com